Banyak
hal yang telah ku lalui selama 18 tahun ini, sejak ku mengenal dunia.
Tapi
untuk benar-benar mengenal Allah dan merasakan kehadiranNya, dimulai sejak aku
berumur 16 tahun, sejak aku dibangku SMA. Aku bertemu sosok sang ayah dipribadi
k’aldi, dia adalah pemimpin rohaniku. Dia sungguh sangat luar biasa dipakai
Tuhan, dan aku kagum dengan visinya untuk dunia. Banyak hal yang ia ajarkan
tentang kasih Allah.
Ia
perna memberiku sebuah buku tentang pujian dan penyembahan yang sejati. Banyak
hal yang ku pelajari dari buku itu,
Seiring
dengan proses yang ada, aku mulai semakin mencintai Tuhan semakin mau tuk dekat
dengan Tuhan, namun seiring berjalannya waktu banyak hal yang Tuhan ajarkan. Aku
belajar seperti rajawali, semakin kuat angin yang ada, akan membawahnya terbang
semakin tinggi. Itulah kasih mula-mula yang ku rasakan bersama Tuhan.
Dan
pada suatu waktu k’aldi dikeluarkan dari pelayanan karena suatu alasan yang
menurut saya bisa di toleransi. minggu demi minggu yang ku jalani pun terasa
hambar. Aku mulai kehilangan fokus utamaku, karena tidak ada yang dapat
membimbingku. Dan seiring berjalannya waktu akupun kembali kekehidupanku yang
biasa-biasa saja. Dan disaat itu ku sadari komunitas itu perlu untuk saling
membangun dan memenangkan jiwa.
Sebelum
aku benar-benar mengenal Tuhan, aku orangnya super tertutup. Aku tak ingin
menceritakan perasaanku pada siapapun. Sekalipun ia orang terdekatku bahkan
sahabatku, aku orang yang sangat dingin dan kaku. Untuk mencari teman bagiku
sangat sulit, dan aku tak percaya siapapun.
Dan
aku mempersalahkan ayahku atas apa yang terjadi padaku. Karena sejak kecil aku
merasa ayahku tidak perna menyayangiku. Ia selalu mengekangku . sejak kecil aku
dilarang untuk bergaul dengan siapapun, dan semakin para ketika aku menginjak
bangku SMA. Bahkan untuk memilih SMA ayahku yang mengaturnya dengan pilihan
kalo mau sekolah ikut SMA yang ayah mau, kalo ngak lebih baik ngak usah sekolah
sekalian. Disaat itu aku tertekan. Aku tak memiliki hak apapun dikeluargaku.
Semuanya dilarang, bahkan aku sudah harus tidur saat jam 8 malam, aku sering
dipukul dan aku tak mampu melakukan apapun, yang ku tahu hanya taat. Karena aku
takut papa. Aku hanya bisa menangis tanpa melakukan apapun.
Banyak
hal yang membuatku trauma,
Namun
aku belajar sesuatu, bahwa Pengampunan tdk mengubah masa lalu., tapi
memperbesar masa depan. .. .
Saat
itu aku sadar, bahwa kebencian yang ku punya takkan merubah apapun, yang harus
ku lakukan adalah belajar mengampuni dan merubah semuanya. Untuk menjadi
seperti ini butuh sebuah perjuangan yang panjang.
Setiap
hari aku menginvestasikan air mataku pada Tuhan, aku selalu berdoa untuk
keluargaku, terutama ayahku. Hanya Dialah satu-satunya tempat curahan hatiku. Dan
Puji Tuhan sekarang ia telah berubah 180°. Bakhan aku kagum dengan sosoknya
sekarang ini. Dan aku bangga memiliki ayah sepertinya. Ia rela berkorban
untukku, hal yang dulunya tidak mungkin menjadi mungkin sekarang.
Sebuah
proses mungkin akan membuatmu lelah, namun percayalah yang dapat kita lakukan
ialah taat dan setia. serahkan masalahmu kepada Tuhan Yesus karena dialah
sumber segalanya. Ia tahu segalannya tentangmu lebih dari dirimu sendiri. Jangan
pernah ragu tuk melangkah dan berjalan bersama-Nya. Percayalah setiap masalah
kita alami akan membuat iman kita semakin dewasa.
Dan
aku masih bertahan sampai saat ini semua hanya karna anugrah Tuhan Yesus.

