Jumat, 29 Juni 2012

ini Kisahku. .. .

Ini aku angelina robot seorang anak yang berupaya mencari jati diriku, dan dalam proses pendewasakan diriku.
Banyak hal yang telah ku lalui selama 18 tahun ini, sejak ku mengenal dunia.
Tapi untuk benar-benar mengenal Allah dan merasakan kehadiranNya, dimulai sejak aku berumur 16 tahun, sejak aku dibangku SMA. Aku bertemu sosok sang ayah dipribadi k’aldi, dia adalah pemimpin rohaniku. Dia sungguh sangat luar biasa dipakai Tuhan, dan aku kagum dengan visinya untuk dunia. Banyak hal yang ia ajarkan tentang kasih Allah.
Ia perna memberiku sebuah buku tentang pujian dan penyembahan yang sejati. Banyak hal yang ku pelajari dari buku itu,
Seiring dengan proses yang ada, aku mulai semakin mencintai Tuhan semakin mau tuk dekat dengan Tuhan, namun seiring berjalannya waktu banyak hal yang Tuhan ajarkan. Aku belajar seperti rajawali, semakin kuat angin yang ada, akan membawahnya terbang semakin tinggi. Itulah kasih mula-mula yang ku rasakan bersama Tuhan.
Dan pada suatu waktu k’aldi dikeluarkan dari pelayanan karena suatu alasan yang menurut saya bisa di toleransi. minggu demi minggu yang ku jalani pun terasa hambar. Aku mulai kehilangan fokus utamaku, karena tidak ada yang dapat membimbingku. Dan seiring berjalannya waktu akupun kembali kekehidupanku yang biasa-biasa saja. Dan disaat itu ku sadari komunitas itu perlu untuk saling membangun dan memenangkan jiwa.
Sebelum aku benar-benar mengenal Tuhan, aku orangnya super tertutup. Aku tak ingin menceritakan perasaanku pada siapapun. Sekalipun ia orang terdekatku bahkan sahabatku, aku orang yang sangat dingin dan kaku. Untuk mencari teman bagiku sangat sulit, dan aku tak percaya siapapun.
Dan aku mempersalahkan ayahku atas apa yang terjadi padaku. Karena sejak kecil aku merasa ayahku tidak perna menyayangiku. Ia selalu mengekangku . sejak kecil aku dilarang untuk bergaul dengan siapapun, dan semakin para ketika aku menginjak bangku SMA. Bahkan untuk memilih SMA ayahku yang mengaturnya dengan pilihan kalo mau sekolah ikut SMA yang ayah mau, kalo ngak lebih baik ngak usah sekolah sekalian. Disaat itu aku tertekan. Aku tak memiliki hak apapun dikeluargaku. Semuanya dilarang, bahkan aku sudah harus tidur saat jam 8 malam, aku sering dipukul dan aku tak mampu melakukan apapun, yang ku tahu hanya taat. Karena aku takut papa. Aku hanya bisa menangis tanpa melakukan apapun.
Banyak hal yang membuatku trauma,
Namun aku belajar sesuatu, bahwa Pengampunan tdk mengubah masa lalu., tapi memperbesar masa depan. .. .
Saat itu aku sadar, bahwa kebencian yang ku punya takkan merubah apapun, yang harus ku lakukan adalah belajar mengampuni dan merubah semuanya. Untuk menjadi seperti ini butuh sebuah perjuangan yang panjang.
Setiap hari aku menginvestasikan air mataku pada Tuhan, aku selalu berdoa untuk keluargaku, terutama ayahku. Hanya Dialah satu-satunya tempat curahan hatiku. Dan Puji Tuhan sekarang ia telah berubah 180°. Bakhan aku kagum dengan sosoknya sekarang ini. Dan aku bangga memiliki ayah sepertinya. Ia rela berkorban untukku, hal yang dulunya tidak mungkin menjadi mungkin sekarang.
Sebuah proses mungkin akan membuatmu lelah, namun percayalah yang dapat kita lakukan ialah taat dan setia. serahkan masalahmu kepada Tuhan Yesus karena dialah sumber segalanya. Ia tahu segalannya tentangmu lebih dari dirimu sendiri. Jangan pernah ragu tuk melangkah dan berjalan bersama-Nya. Percayalah setiap masalah kita alami akan membuat iman kita semakin dewasa.
Dan aku masih bertahan sampai saat ini semua hanya karna anugrah Tuhan Yesus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar